Berikan, dan Lupakan!
01 07 2007
23 : 48
Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petiryang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorangdokter. ¡ÉIstri saya sakit,¡É terdengar suara minta pertolongan. ¡ÉDiasangat membutuhkan dokter segera.
¡É Si dokter menjawab, ¡ÉDapatkah bapak menjemput saya sekarang? Mobilsaya sedang masuk bengkel.¡É Mendengar jawaban itu, lelaki tersebutmenjadi berang. ¡ÉApa?!¡É katanya dengan marah. ¡ÉSaya harus pergimenjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?¡É
Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Seperti yang sudah sayapaparkan dalam rubrik ini bulan lalu, kita senantiasa meminta sesuatukepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kitatak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya adalah untuk dirikita sendiri, bukan untuk siapa-siapa.
Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Sepertihalnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu sebelummeminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual, Anda pun harusmemberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalanjasa Anda. Inilah konsep ¡Émemberi sebelum meminta¡É yang sayangnyasering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.
Padahal ¡Émemberi sebelum meminta¡É adalah sebuah hukum alam. Kalau Andaingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harusmemulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda inginkaryawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harusmemulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yangkondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harusmemulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.
Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantuiperasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang ¡Émiskin¡É dalam arti yangsesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi.Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia, energi itu tak akanhilang. Ia pasti kembali kepada Anda.
Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan perbuatan baiknyalangsung dari orang yang ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Denganmelakukan hal itu, Anda justru membuat bantuan tersebut menjadi takbernilai. Anda mempraktikkan manajemen ¡ÉAda Udang Di Balik Batu.¡É Andatak ikhlas dan tak tulus. Ini pasti segera dapat dirasakan oleh orangyang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih menciptakan kepercayaanpemberian Anda malah akan menghasilkan kecurigaan.
Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti sang surya yangmemberi tanpa mengharapkan imbalannya. Untuk itu tak cukup memberikanharta saja, Anda juga harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yangpaling dalam. Jangan pernah memikirkan imbalannya. Anda hanya perlupercaya bahwa apapun yang Anda berikan suatu ketika pasti kembalikepada Anda. Ini merupakan suatu keniscayaan, suatu hukum alam yangsejati.
Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingandirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipeorang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalahorang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untukorang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun ia berada.
Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri,tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lainbahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsepmementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalumemberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain, banyak orang yangakan menghormati dan membantu Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnyasedang berbuat baik pada diri Anda sendiri.
Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk menolong anak-anakterlantar dan orang-orang miskin? Ini pun sebenarnya adalah tindakan¡Émementingkan diri sendiri dengan cara mementingkan orang lain.¡É Andamungkin tak setuju dan mengatakan, ¡ÉBukankah saya tidak mendapatkanapa-apa. Saya kan bekerja dengan sukarela.
¡É Memang benar, Anda tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapiapakah Anda sama sekali tidak mendapatkan apa-apa? Jangan salah, Andatetap akan mendapatkan sesuatu yaitu kepuasan batin. Kepuasan batininilah yang Anda cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan halini.
Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalah untukkepentingan kita sendiri. Orang-orang yang egois sama sekali takmemahami hal ini. Mereka tak sadar bahwa mereka sedang merusak dirimereka sendiri.
Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa kesuksesan dankebahagiaan baru dapat dicapai kalau kita membuat orang lain senang,menang, dan bahagia. Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmatikemenangan kita dalam jangka panjang. Inilah hukum Menang-Menang(win-win) yang berlaku dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja.
Oleh: Arvan Pradiansyah, penulis buku You Are A Leader!
¡É Si dokter menjawab, ¡ÉDapatkah bapak menjemput saya sekarang? Mobilsaya sedang masuk bengkel.¡É Mendengar jawaban itu, lelaki tersebutmenjadi berang. ¡ÉApa?!¡É katanya dengan marah. ¡ÉSaya harus pergimenjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?¡É
Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Seperti yang sudah sayapaparkan dalam rubrik ini bulan lalu, kita senantiasa meminta sesuatukepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kitatak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya adalah untuk dirikita sendiri, bukan untuk siapa-siapa.
Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Sepertihalnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu sebelummeminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual, Anda pun harusmemberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalanjasa Anda. Inilah konsep ¡Émemberi sebelum meminta¡É yang sayangnyasering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.
Padahal ¡Émemberi sebelum meminta¡É adalah sebuah hukum alam. Kalau Andaingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harusmemulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda inginkaryawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harusmemulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yangkondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harusmemulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.
Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantuiperasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang ¡Émiskin¡É dalam arti yangsesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi.Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia, energi itu tak akanhilang. Ia pasti kembali kepada Anda.
Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan perbuatan baiknyalangsung dari orang yang ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Denganmelakukan hal itu, Anda justru membuat bantuan tersebut menjadi takbernilai. Anda mempraktikkan manajemen ¡ÉAda Udang Di Balik Batu.¡É Andatak ikhlas dan tak tulus. Ini pasti segera dapat dirasakan oleh orangyang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih menciptakan kepercayaanpemberian Anda malah akan menghasilkan kecurigaan.
Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti sang surya yangmemberi tanpa mengharapkan imbalannya. Untuk itu tak cukup memberikanharta saja, Anda juga harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yangpaling dalam. Jangan pernah memikirkan imbalannya. Anda hanya perlupercaya bahwa apapun yang Anda berikan suatu ketika pasti kembalikepada Anda. Ini merupakan suatu keniscayaan, suatu hukum alam yangsejati.
Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingandirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipeorang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalahorang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untukorang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun ia berada.
Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri,tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lainbahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsepmementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalumemberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain, banyak orang yangakan menghormati dan membantu Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnyasedang berbuat baik pada diri Anda sendiri.
Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk menolong anak-anakterlantar dan orang-orang miskin? Ini pun sebenarnya adalah tindakan¡Émementingkan diri sendiri dengan cara mementingkan orang lain.¡É Andamungkin tak setuju dan mengatakan, ¡ÉBukankah saya tidak mendapatkanapa-apa. Saya kan bekerja dengan sukarela.
¡É Memang benar, Anda tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapiapakah Anda sama sekali tidak mendapatkan apa-apa? Jangan salah, Andatetap akan mendapatkan sesuatu yaitu kepuasan batin. Kepuasan batininilah yang Anda cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan halini.
Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalah untukkepentingan kita sendiri. Orang-orang yang egois sama sekali takmemahami hal ini. Mereka tak sadar bahwa mereka sedang merusak dirimereka sendiri.
Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa kesuksesan dankebahagiaan baru dapat dicapai kalau kita membuat orang lain senang,menang, dan bahagia. Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmatikemenangan kita dalam jangka panjang. Inilah hukum Menang-Menang(win-win) yang berlaku dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja.
Oleh: Arvan Pradiansyah, penulis buku You Are A Leader!
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/24_349_2007_07
Komentar Anda